Seputar Peradilan

PENYAMBUTAN PARA PESERTA PPC

DI PENGADILAN AGAMA BEKASI

Pada hari Senin tanggal 3 September 2018 suasana ruang sidang utama Pengadilan Agama Bekasi berbeda dengan hari hari biasa,  seluruh jajaran PA Bekasi dan para pimpinan tepat jam 08,00 wib menyambut sekelompok anak anak muda sejumlah 12 orang yang berpakaian kemeja Putih berdasi merah  dan mengenakan celana warna/ bawahan hitam.kedatangan mereka langsung disambut dengan yel yel sambil mengacungkan kepalan tangan meneriakkan  ""PPC Terpadu angkatan ke III PA Bekasi''''  INTEGRITAS '' TUNTAS ''IKHLAS.

Acara diawali dengan Pembukaan dan dilanjutkan perkenalan para mentee dengan suasana yang sangat akrab sambil berseloroh karena para mentee sebagian besar masih lajang alias belum menikah, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan Mentor dan tutor serta seliuruh pejabat Fungsional dan struktural  Pengadilan Agama Bekasi,dalam sambutanya Ketua Pengadilan Agama Bekasi mengawali dengan sebuah pantun

 ""SI Doel cintanya ama sarah"'

"walaupun sarah galak dan pemarah"

"Janganlah mudah pantang menyerah"

"Semangat Bekerja berdoa dan berserah".

Pada kesempatan  tersebut Ketua Pengadilan Agama bekasi Dra,Hj, Siti Zurbaniyah.SH,MHI menyampaikan pengarahan bahwa seorang calom hakim Pengadilan Agama  harus memiliki

1. Integritas yang Tinggi baik Integritas Moral maupun Integritas Kinerja integritas moral tidak cukup tanpa dibarengi integritas kenerja

2. Kompetensi. Kompetensi seorang calon hakim secara akademis telah terpenuhi yakni seorang sarjana syariah/ sarjana Hukum yang menguasai hukum Islam, mengikuti Ujian seleks calon hakim i dan setelah dinyatakan lulus mengikuti PPC sampai tuntas. syarat tersebut masih harus di tambah dengan 4 K. yakni Kritis,Komunikatif, Kolaburatif, Kreatif, kompetensi pertama yakni Kritis harus diberdayakan karena ini adalah merupakan fungsi Kontrol dalam proses manajemen kelembagaan yang perlu di perhatikan bahwa sifat kritis ketika berada di dunia Kampus berbeda dengan ketika sudah masuk dalam sebuah Institusi terutama manyangkut metode/cara menyampaikan. Disamping Kompetensi Kritis seorang Calon Hakim harus Kreatif, Kolaburatif, dan Komunikatif. Empat K tersebut adalah syarat kompetensi yang harus di miliki oleh seorang Calon Hakim. Selain hal tersebut  Seorang Calon Hakim harus senantiasa membuka  wawasan baik wawasan Budaya, wawasan Tekhnologi, maupun wawasan Keuangan,  "Di mana Bumi di pijak disitu Langit dijunjung". dimanapun berada dan ditempatkan dimanapun  harus memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat sehingga putusanya sesuai dengan rasa keadilan. Kemudian membuka juga  wawasan tekhnologi Era Mahkamah Agung sekarang adalah mengarah dari cara cara manual menuju era digital maka seorang Calon Hakim harus melek IT paham dan bisa mengoprasionalkan SIPP, pemberlakuan Perma 3 2018 tentang E,court. dan macam amacam Aplikasi yang telah beredar dalam rangka menunjang TUPOKSI pengadilan. dan yang Terakhir seorang calon hakim harus membuka wawasan dan mengetahui manajemen Keuangan Perkara mengetahui Konfigurasi/ komposisi panjar pada setiap tingkatan peradilan dari tingkat pertama sampai Upaya hukum terakhir, serta proses yang lain yang berkaitan dengan Administrasi  keuangan perkara..

Sebagai penutup Ketua pengadilan Agama Bekasi menyampaikan bahwa karena akan datangnya  para calon hakim ini, sedangkan sarana meja terbatas PA Bekasi memohon Bantua ke MA dan Alhamdulilah permohonan dikabulkan  semua Cakim mendapatkan tempat duduk dan meja yang bagus meskipun kesanya berhimpitan karena ruangan sempit , dan di harapkan setelah Sholat ashar untuk selalu bertukar pengalaman dan koordinasi dengan Mentor diruang Rapat yang sejuk  telah disiapkan Dua (2)  Printer laser jet , Infokus, kertas, dan Otner tolong semua fasilitas yang siapkan dijaga sebaik baiknya semoga Cakim angkatan III PA bekasi kelak dimasa yang akan datang akan menjadi  pimpinan pimpinan  Pengadilan bahkan semoga  salah satunya bisa menjadi Pimpinan Mahkamah Agung.. Aamiin..

Kemudian acara ditutup dan dilanjutkan dengan tramah tamah dan  orientasi Lapangan mengenal seluruh ruangan kemudian di sebar ke bagian bagian yang telah dijadwalkan oleh mentor  . . .